Kamis, 27 Juli 2017

LK MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN 2017 KOMPETENSI PROFESIONAL


MATERI KKB-1 : KETERAMPILAN MEMBACA

Kompetensi :

20.4 Memiliki Keterampilan berbahasa Indonesia (membaca)

Indikator Pencapaian Kompetensi

20.4.1 Mengaplikasi prinsip dan prosedur berbahasa secara tertulis (Membaca )

20.4.2 Mengaplikasikan prinsip dan prosedur berbahasa secara deskrit: Membaca

20.4.3 Mengaplikasikan prinsip dan prosedur berbahasa secara integratif : menyimak , berbicara , membaca , dan menulis.

20.4.8 Mengaplikasikan prinsip dan prosedur berbahasa secara tertulis reseptif.

Membaca (Teknik: membaca cepat , membaca memindai , membaca sekilas , membaca nyaring. Jenis: membaca intensif , ekstensif , kritis , bahasa=mencari kosa kata dan kalimat-kalimat sumbang , ejaan). Membaca Verbal , nonverbal (grafik , skema , tabel) , dan verbal-nonverbal.

Petunjuk: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.

1.   Tuliskan  pengertian membaca

2.   Jelaskan hakikat membaca

3.   Jelaskan tujuan membaca

4.   Jelaskan manfaat membaca.

5.   Jelaskan Hubungan membaca dengan menyimak , berbicara , dan menulis

6.   Jelaskan teknik dalam membaca

7.   Jelaskan faktor-faktor yang mensugesti membaca.

8.   Jelaskan jenis-jenis membaca.

MODUL LENGKAP , SOAL KK PROFESIONAL BACA DI SINI
MODUL LENGKAP , LK , SOAL KK PEDAGOGIK BACA DI SINI

LEMBAR KERJA MODUL B PKB / GURU PEMBELAJAR TAHUN 2017 KOMPETENSI PROFESIONAL


MATERI KKB-1 : KETERAMPILAN MENULIS

Kompetensi :

20.4 Memiliki Keterampilan berbahasa Indonesia (menulis)

Indikator Pencapaian Kompetensi

20.4.1 Mengaplikasi prinsip dan prosedur berbahasa secara tertulis (menulis )

20.4.2 Mengaplikasikan prinsip dan prosedur berbahasa secara deskrit: menulis

20.4.3 Mengaplikasikan prinsip dan prosedur berbahasa secara integratif : menyimak , berbicara , membaca , dan menulis.

20.4.4 Mengaplikasikan prinsip dan prosedur berbahasa berdasarkan konteks (akademis , formal ,

vokasional).

20.4.5 Mengaplikasikan prinsip dan prosedur berbahasa secara tertulis produktif. Menulis: fiksi (pantun , puisi , cerpen , cerita , novel , drama) dan nonfiksi (catatan harian , iklan , surat , memo , pengumuman , laporan , esai , artikel , karya ilmiah). Jenis-jenis karangan: deskripsi , narasi , persuasi , argumentasi , dan eksposisi.

Petunjuk: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.

1.      Jelaskan pengertian menulis.

2.      Jelaskan empat karakteristik menulis.

3.      Jelaskan tiga tahap utama menulis.

4.      Jelaskan lima langkah proses penulisan.

5.      Jelaskan lima jenis paragraf berdasarkan tujuan penulisan.

MODUL LENGKAP , SOAL KK PROFESIONAL BACA DI SINI
MODUL LENGKAP , LK , SOAL KK PEDAGOGIK BACA DI SINI

RINGKASAN MODUL PKB / GURU PEMBELAJAR KOMPETENSI PROFESIONAL

KKB-1 : RAGAM BAHASA INDONESIA
A. Pengertian Ragam Bahasa
Ragam Bahasa yaitu variasi bahasa menurut pemakaian , yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan , menurut kekerabatan pembicara , kawan bicara , orang yang dibicarakan , serta menurut medium pembicara (Bachman , 1990).

B. Jenis-Jenis Ragam Bahasa
1. Jenis-jenis Ragam Bahasa dari Segi Pemakaian
Dari segi pemakaian ragam bahasa dibagi menjadi 3 jenis yaitu: ( a) berdasarkan media (b) berdasarkan kekerabatan antarpembicara (c) berdasarkan topik pembicaraan.
a.  Ragam Bahasa Indonesia Berdasarkan Media
Ditinjau dari media atau sarana yang digunakan untuk menghasilkan bahasa , ragam bahasa terdiri dari: (1) Ragam bahasa verbal (2) Ragam bahasa tulis.
Ciri-ciri ragam lisan: (a) Memerlukan orang kedua/teman bicara; (b) Tergantung situasi , kondisi , ruang & waktu; (c)Tidak harus memperhatikan unsur gramatikal , hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh. (d) Berlangsung cepat; (e) Sering dapat berlangsung tanpa alat bantu; (f) Kesalahan dapat eksklusif dikoreksi; (g) Dapat dibantu dengan gerak badan dan mimik wajah serta intonasi.
Contoh ragam verbal : (1) Nia sedang baca surat kabar. (2) Ari mau nulis surat.
Ciri-ciri ragam tulis: (a)Tidak memerlukan orang kedua/teman bicara; (b)Tidak tergantung kondisi , situasi & ruang serta waktu; (c) Harus memperhatikan unsur gramatikal; (d) Berlangsung lambat; (e) Selalu memakai alat bantu; (f) Kesalahan tidak dapat eksklusif dikoreksi; (g) Tidak dapat dibantu dengan gerak badan dan mimik muka , hanya terbantu dengan tanda baca.
Contoh ragam tulis: (1) Nia sedang membaca surat kabar (2) Ari ingin menulis surat.
b. Ragam Bahasa Indonesia Berdasarkan Hubungan Antarpembicara
Menurut erat tidaknya pembicara , ragam bahasa dibedakan dibedakan menjadi: 1) Ragam bahasa resmi ,
2) ragam bahasa kalem , 3) ragam bahasa akrab.
 

c. Ragam Bahasa Indonesia Berdasarkan Topik Pembicaraan
Variasi bahasa berkenaan dengan pemakaian atau fungsinya disebut fungsiolek atau register.
Fungsiolek yaitu variasi bahasa yang menyangkut bahasa itu digunakan untuk keperluan atau bidang apa.  Contoh ragam bahasa berdasarkan topik pembicaraan sebagai berikut:
1)   Ragam hukum: Dia dihukum sebab melaksanakan tindak pidana
2)   Ragam bisnis:  Setiap pembelian di atas nilai tertentu akan diberikan diskon.
3)   Ragam sastra: Cerita itu menggunakan unsur flashback .
4)   Ragam kedokteran:  Anak itu menderita penyakit kuorsior .
5)   Ragam psikologi:  Penderita autis perlu menerima bimbingan yang intensif.
6)    Ragam Olahraga: Hari ini PON XIX/2016 mulai memperebutkan medali emas.
7)   Ragam Bahasa Ilmiah: Ada dua jenis rokok , rokok yang berfilter dan tidak berfilter. Filter pada rokok terbuat dari materi busa serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin.
2. Jenis Ragam Bahasa Ditinjau dari Sudut Pandang Penutur
 Ragam bahasa ditinjau dari sudut pandang penutur dibedakan menjadi
a. ragam bahasa menurut daerah
b. ragam bahasa menurut pendidikan formal.
c. ragam bahasa menurut sikap penutur
Penjelasan:
a. Ragam Bahasa Menurut Daerah
Ragam bahasa menurut tempat dapat dibedakan menjadi dialek dan kronolek.  Dialek , yaitu variasi bahasa dari sekelompok penutur yang jumlahnya relatif , yang berada pada suatu tempat , wilayah , atau area tertentu.  Misalnya , Bahasa Jawa dialek Bayumas , Pekalongan , Surabaya , dan lain sebagainya. Kronolek atau dialek temporal adalah variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok sosial pada masa tertentu. Contoh : Misalnya , bahasa Melayu masa kerajaan Sriwijaya berbeda dengan bahasa Melayu masa Abdullah bin Abdul Kadir Munsji dan berbeda pula dengan bahasa Melayu Riau sekarang.
b. Ragam Bahasa Menurut Pendidikan Formal /Status Sosial
Ragam bahasa menurut pendidikan formal , menyampaikan perbedaan yang terang antara kaum yang berpendidikan formal (terpelajar) dan yang tidak. Bunyi /f/ dan gugus konsonan simpulan /-ks/ , misalnya , sering tidak terdapat dalam ujaran orang yang tidak bersekolah atau hanya berpendidikan rendah.
Contoh Pengucapan kata film oleh orang berpendidikan/terpelajar [film]. Sedangkan pengucapan oleh orang yang tidak pandai [pilm].
Dalam ragam ini dikenal istilah Sosiolek , yaitu variasi bahasa yang berkenaan dengan status , golongan , dan kelas sosial para penuturnya. Variasi bahasa ini menyangkut semua masalah pribadi para penuturnya , menyerupai usia , pendidikan , seks , pekerjaan , tingkat kebangsawanan , keadaan sosial ekonomi , dan lain scbagainya.
c. Ragam Bahasa Menurut Sikap Penutur
Ragam ini dapat disebut langgam atau gaya berbahasa seseorang atau idiolek. Idiolek yaitu variasi bahasa yang bersifat perorangan. Menurut konsep idiolek , setiap orang mempunyai variasi bahasa atau idioleknya masing-masing. Idiolek bergantung pada sikap penutur terhadap orang yang diajak berbicara atau pembacanya. Sikapnya itu dipengaruhi , antara lain oleh umur dan kedudukan yang disapa , tingkat keakraban antarpenutur , pokok duduk perkara yang hendak disampaikannya , dan tujuan penyampaian informasinya.
3. Ragam Bahasa Berdasarkan Keformalan
a. Ragam Beku (Frozen)
Ragam beku yaitu variasi bahasa yang paling formal , yang digunakan pada situasi-situasi hikmat , misalnya dalam upacara kenegaraan , khotbah , dan sebagainya. Ciri ragam ini yaitu cenderung tetap.
b. Ragam Resmi (Formal)
Ragam resmi yaitu variasi bahasa yang biasa digunakan pada pidato kenegaraan , rapat dinas , surat-menyurat , dan lain sebagainya. Lebih fleksibel
c. Ragam Usaha (Konsultatif)
Ragam perjuangan atau ragam konsultatif yaitu variasi bahasa yang lazim dalam pembicaraan biasa di sekolah , rapat-rapat , atau pembicaraan yang berorientasi pada hasil atau produksi.
d. Ragam Santai (Casual)
Ragam kalem yaitu ragam bahasa yang digunakan dalam situasi yang tidak resmi untuk berbincang-bincang dengan keluarga atau sobat karib pada waktu istirahat dan sebagainya.  Misalnya penggunaan kata sapaan mas , mbak.
e. Ragam Akrab (Intimate)
Ragam erat yaitu variasi bahasa yang biasa digunakan leh para penutur yang hubungannya sudah akrab. Variasi bahasa ini biasanya pendek-pendek dan tidak jelas. Sapaan dab yg berarti mas di jogja
C.                RAGAM BAKU DAN RAGAM TIDAK BAKU
Ragam baku dijadikan tolok bandingan bagi pemakaian bahasa yang benar. Ragam baku memiliki kaidah-kaidah paling lengkap diperikan bila dibandingkan dengan ragam bahasa yang lain.
Pemakaian ragam baku tercermin dalam situasi berikut ini.
1) Komunikasi resmi , yakni dalam surat-menyurat resmi , surat-menyurat dinas , pengumuman-pengumuman yang dikeluarkan oleh instansi-instansi resmi , penamaan dan peristilahan resmi , perundang-undangan , dan sebagainya.
2) Wacana teknis , yakni dalam laporan resmi dan karya ilmiah.
3) Pembicaraan di depan umum , yakni dalam ceramah , kuliah , khotbah , dan sebagainya.
4) Pembicaraan dengan orang yang dihormati.
Secara umum , fungsi bahasa baku yaitu sebagai berikut.
1.      Pemersatu , pemakaian bahasa baku dapat mempersatukan sekelompok orang menjadi satu kesatuan masyarakat bahasa.
2.      Pemberi kekhasan , pemakaian bahasa baku dapat menjadi pembeda dengan masyarakat pemakai bahasa lainnya.
3.      Pembawa kewibawaan , pemakai bahasa baku dapat memperlihatkan kewibawaan pemakainya.
4.      Kerangka teladan , bahasa baku menjadi tolok ukur bagi benar tidaknya pemakaian bahasa seseorang atau sekelompok orang.
Sikap terhadap bahasa baku setidak-tidaknya mengandung tiga dimensi , yaitu (1) sikap kesetiaan bahasa , (2) sikap pujian bahasa , dan (3) sikap kesadaran akan norma dan kaidah bahasa. Ketiga sikap tersebut terkait erat dengan keempat fungsi bahasa baku.

MODUL LENGKAP , SOAL KK PROFESIONAL BACA DI SINI
MODUL LENGKAP , LK , SOAL KK PEDAGOGIK BACA DI SINI

Sumber:

Wibowo , Hari dkk. 2016. Ragam Bahasa dan Keterampilan Berbahasa. Jakarta:  Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bahasa , Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan




RINGKASAN MODUL B PKB / GURU PEMBELAJAR BAHASA INDONESIA


KETERAMPILAN MENULIS
(Ringkasan Materi KKB-1)

1.       Pengertian Menulis

Rusyana (1984:191) , menunjukkan batasan bahwa kemampuan menulis atau mengarang yaitu kemampuan menggunakan referensi pola bahasa dalam tampilan tertulis untuk mengungkapkan gagasan atau pesan.

2.       Karakteristik Keterampilan Menulis

a.    Empat karakteristik keterampilan menulis yang sangat menonjol , yakni;

b.   keterampilan menulis merupakan kemampuan yang komplek;

c.    keterampilan menulis condong ke arah skill atau praktik;

d.   keterampilan menulis bersifat mekanistik;

e.   penguasaan keterampilan menulis harus melalui aktivitas yang bertahap atau akumulatif.

3.       Tahap-Tahap Menulis

Menurut Sabarti dkk. (1995:6) , secara teoretis proses penulisan meliputi tiga tahap utama , yaitu prapenulisan , penulisan , dan revisi

4.       Proses Penulisan

a.    Draf kasar; membuat draf dimulai dengan menelusuri dan membuatkan gagasan-gagasan..

b.   Berbagi; sebagai penulis kita sangat bersahabat dengan goresan pena sehingga sulit untuk menilai secara objektif. Oleh karena itu , kita perlu meminta orang lain untuk membaca dan menunjukkan umpan balik..

c.    Penulisan kembali; tulis kembali goresan pena Anda , masukkan isi yang gres dan perubahan-perubahan penyuntingan.

d.   Evaluasi; periksalah kembali untuk memastikan bahwa Anda telah menyelesaikan apa yang Anda rencanakan dan apa yang ingin Anda. sampaikan. Walaupun ini merupakan proses yang terus berlangsung , tahap ini menandai tamat proses menulis.

5.       Jenis-Jenis Paragraf Berdasarkan Tujuan Penulisan

a.    Eksposisi: bentuk karangan yang berusaha menerangkan , menguraikan atau menganalisis suatu pokok pikiran yang dapat memperluas pengetahuan dan pandangan seseorang

b.   Deskripsi: penggambaran dengan katakata suatu benda , daerah , suasana atau keadaan

c.    Narasi: corak goresan pena yang bertujuan menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman insan (tokoh) berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu

d.   Argumentasi: corak goresan pena yang bertujuan mengambarkan pendapat penulis atau  meyakinkan biar mendapatkan pendapatnya

e.   Persuasi : Karangan yang bertjuan membujuk atau mengajak pembaca untuk melaksanakan sesuatu hal yang disampaikan oleh penulis.

MODUL LENGKAP , SOAL KK PROFESIONAL BACA DI SINI
MODUL LENGKAP , LK , SOAL KK PEDAGOGIK BACA DI SINI

Sumber:

Wibowo , Hari dkk. 2016. Ragam Bahasa dan Keterampilan Berbahasa. Jakarta:  Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bahasa , Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan


RINGKASAN MODUL PKB KOMPETENSI PROFESIONAL B BAHASA INDONESIA


KETERAMPILAN MEMBACA
(Ringkasan Materi KKB-1)

1.      Pengertian Membaca

Membaca merupakan keterampilan berbahasa yang berkaitan dengan keterampilan berbahasa lainnya. Kaprikornus , membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa , proses aktif , bertujuan , serta memerlukan seni administrasi tertentu sesuai dengan tujuan dan jenis membaca.

2.      hakikat membaca

Membaca pada hakikatnya yaitu suatu proses yang bersifat fisik dan psikologis. Proses yang berupa fisik berupa aktivitas mengamati goresan pena secara visual dan merupakan proses mekanis dalam membaca. Proses mekanis tersebut berlanjut dengan proses psikologis yang berupa aktivitas berpikir dalam mengolah informas.

3.      Tujuan membaca

a.    Membaca untuk memperoleh perincian-perincian atau fakta-fakta(reading for details or facts).

b.   Membaca untuk memperoleh ide-ide utama (reading for main ideas).

c.    Membaca untuk mengetahui urutan atau susunan , organisasi cerita(reading for sequence or organization).

d.   Membaca untuk menyimpulkan , membaca inferensi (reading for inference).

e.    Membaca untuk mengelompokkan , membaca untuk mengklasifikasikan (reading to classify).

f.    Membaca menilai , membaca evaluasi (reading to evaluate).

g.   Membaca untuk memperbandingkan atau mempertentangkan (reading to compare or contrast).

4.      Manfaat Membaca

Manfaat membaca antara lain yaitu sebagai berikut. (1) Menambah kosakata , tatabahasa , dan sintaksis. (2) Mengalami perasaan dan pemikiran yang paling dalam. (3) Memicu imajinasi. (4) Memaksa budi ,pengurutan keteraturan dan pemikiran logis untuk dapat mengikuti jalan kisah atau memecahkan suatu misteri

5.      Hubungan membaca dengan menyimak , berbicara , dan menulis

Membaca dan menyimak merupakan keterampilan reseptif. Keduanya memungkinkan seseorang mendapatkan informasi dari orang lain. Baik dalam menyimak maupun dalam membaca diharapkan penyandian simbol – simbol ; menyimak bersifat verbal sedangkan membaca bersifat tertulis.

Membaca dan menulis merupakan keterampilan yang saling melengkapi. Tidak ada yang perlu ditulis bila tidak ada yang membacanya , dan tidak ada yang dapat dibaca bila belum ada yang ditulis

Hubungan membaca dan berbicara penelitian telah menunjukkan adanya kekerabatan yang bersahabat antara perkembangan kecakapan berbahasa verbal dan kesiapan membaca. Telaah-telaah tersebut menunjukkan bahwa kemampuan-kemampuan umum berbahasa verbal turut melengkapi suatu latar belakang pengalaman yang menguntungkan serta keterampilan bagi pengajaran membaca.

6.      Teknik dalam membaca

a.    Baca-Layap (Skimming) : Skimming merupakan tindakan untuk mengambil intisari atau saripati dari suatuhal

b.   Membaca-Tatap (Scanning) : Scanning yaitu suatu teknik membaca untuk mendapatkan suatu informasi tanpa membaca yang lain-lain , jadi eksklusif ke problem yang dicari , yaitu fakta khusus dan informasi tertentu.

c.    Baca-Pilih (selecting) : Membaca bacaan atau bagian-bagian bacaan yang dianggap relevan atau mengandung informasi yang diharapkan pembaca

d.   Baca-Lompat (skipping) : Bagian-bagian bacaan yang dianggap tidak relevan atau bab yang sudah dikenal atau sudah dipahami diabaikan dan dilompati saja

7.      Faktor-faktor yang mensugesti membaca!

a. Faktor Fisiologis

b.Faktor Intelektual

c. Faktor Lingkungan

(a)       latar belakang dan pengalaman di rumah ,

(b)       sosial ekonomi.

d.                  Faktor Psikologis

(a)       Faktor ini mencakup

(b)      motivasi ,

(c)       minat , 

(d)      kematangan sosial , emosi , dan pembiasaan diri.

8.      Jenis-Jenis membaca

Ada dua jenis membaca , yaitu membaca bersuara dan membaca tidak bersuara. Membaca bersuara meliputi: membaca nyaring , membaca teknik , membaca indah. Membaca tidak bersuara (membaca diam) meliputi: membaca teliti , membaca pemahaman , membaca pandangan gres , membaca kritis , membaca telaah bahasa , membaca skimming (sekilas) , membaca cepat.

Sumber:

Wibowo , Hari dkk. 2016. Ragam Bahasa dan Keterampilan Berbahasa. Jakarta:  Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bahasa , Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan




RINGKASAN MODUL B PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN TAHUN 2017 KOMPETENSI PROFESIONAL


KETERAMPILAN BERBICARA
(Ringkasan Materi KKB-1)

A.    Pengertian Berbicara

Berbicara merupakan keterampilan mereproduksikan arus sistem suara artikulasi untuk memberikan kehendak , kebutuhan , perasaan , dan impian kepada orang lain.

B.     Faktor-faktor yang menghipnotis berbicara secara pribadi

1.      Pelafalan

2.      Intonasi

3.      Pilihan kata

4.      Struktur kata dan kalimat

5.      Sistematika pembicaraan

6.      Isi pembicaraan

7.      Cara memulai dan mengakhiri pembicaraan

8.      Penampilan.

C.     Fungsi keterampilan berbicara

Jika seseorang memiliki keterampilan berbicara yang baik , beliau akan memperoleh keuntungan sosial maupun profesional. Keuntungan sosial berkaitan dengan aktivitas interaksi sosial antarindividu. Sedangkan , keuntungan professional diperoleh sewaktu menggunakan bahasa untuk membuat pertanyaan-pertanyaan , memberikan fakta-fakta dan pengetahuan , menjelaskan , dan mendeskripsikan.

D.    Tujuan keterampilan berbicara

kegiatan berbicara mempunyai empat tujuan ,  yakni;

1. Berbicara untuk menghibur

2. Berbicara untuk tujuan menginformasikan

3. Berbicara untuk menstimuli

4. Berbicara untuk meyakinkan

E. Hubungan Berbicara dengan Menyimak

Berbicara dan menyimak ialah dua aktivitas yang berbeda namun berkaitan bersahabat dan tak terpisahkan. Kegiatan menyimak didahului oleh aktivitas berbicara. Kegiatan berbicara dan menyimak saling melengkapi dan berpadu menjadi komunikasi ekspresi , ibarat dalam bercakap-cakap , diskusi , bertelepon , tanya-jawab , interview , dan sebagainya.

F.      Hubungan Berbicara dengan Membaca

Berbicara dan membaca berbeda dalam sifat , sarana , dan fungsi. Berbicara bersifat produktif , ekspresif melalui sarana bahasa ekspresi dan berfungsi sebagai penyebar informasi. Membaca bersifat reseptif melalui sarana bahasa tulis dan berfungsi sebagai akseptor informasi.

G.    Hubungan Berbicara dengan Menulis

Kegiatan berbicara maupun aktivitas menulis bersifat produktif-ekspresif. Kedua aktivitas itu berfungsi sebagai penyampai informasi. Penyampaian gosip melalui aktivitas berbicara disalurkan melalui bahasa ekspresi ,

sedangkan penyampaian gosip dalam aktivitas menulis disalurkan melalui bahasa tulis.

H.    Jenis-Jenis Berbicara

1.      Diskusi

Diskusi ialah suatu pertukaran pikiran , gagasan , pendapat antara dua orang atau lebih secara ekspresi dengan tujuan mencari akad atau kesepahaman gagasan atau pendapat.

2. Wawancara

Wawancara ialah Tanya jawab antara pewawancara dengan narasumber. Pelaksanaannya mampu dilakukan secara pribadi (tatap muka)atau secara tak pribadi (melalui telepon , internet , atau surat).

3. Pidato

Pidato ialah sebuah aktivitas berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya , atau memperlihatkan gambaran perihal suatu hal.

MODUL LENGKAP , SOAL KK PROFESIONAL BACA DI SINI
MODUL LENGKAP , LK , SOAL KK PEDAGOGIK BACA DI SINI

Sumber:

Wibowo , Hari dkk. 2016. Ragam Bahasa dan Keterampilan Berbahasa. Jakarta:  Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bahasa , Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan


Modul Lembar Kerja Dan Latihan Soal Tes Akhir Program Pkb Tahun 2017 Kompetensi Profesional


Pada tahun 2017 , Ditjen GTK berbagi Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang merupakan kelanjutan dari Program Guru Pembelajar dengan tujuan utama untuk meningkatkan kompetensi guru yang ditunjukkan dengan kenaikkan capaian nilai UKG dengan rata-rata nasional yakni 70.
Dalam agenda PKB tersebut , penerima PKB harus melaksanakan banyak sekali acara meliputi mempelajari modul , mengerjakan lembar kerja , melaksanakan tes final , dan sebagainya.
Berikut ini disajikan ringkasan modul , lembar kerja , dan latihan tes final kompetensi PROFESIONAL (BAHASA INDONESIA) MODUL A-J

Baca Juga :  100 Soal Persiapan Menghadapi Ujian Seleksi PPG Tahun 2018 Kompetensi Pedagogik

catatan: ketika ini teladan Ringkasan Modul , LK , dan Latihan Soal Tes Akhir pada MODUL A ,  B DAN E
MODUL LAIN DALAM PROSES PENYUSUNAN

KOMPETENSI PROFESIONAL A: HAKIKAT DAN PEMEROLEHAN BAHASA

1.             RINGKASAN MODUL BACA DI SINI

2.             LEMBAR KERJA BACA DI SINI

3.             LATIHAN TES AKHIR BACA DI SINI
(DALAM PROSES PENYUSUNAN)

KOMPETENSI PROFESIONAL B : RAGAM BAHASA

1.             RINGKASAN MODUL

RAGAM BAHASA BACA DI SINI

KETERAMPILAN BERBICARA BACA DI SINI

KETERAMPILAN MEMBACA BACA DI SINI

KETERAMPILAN MENULIS BACA DI SINI

2.             LEMBAR KERJA

LK RAGAM BAHASA BACA DI SINI

LK KETERAMPILAN BERBICARA BACA DI SINI


LK KETERAMPILAN MEMBACA BACA DI SINI

LK KETERAMPILAN MENULIS BACA DI SINI

3.             LATIHAN TES AKHIR

LATIHAN TES AKHIR RAGAM BAHASA DAN KETERAMPILAN BERBAHASA BACA DI SINI

KOMPETENSI PROFESIONAL C: KEDUDUKAN , FUNGSI BAHASA INDONESIA , KETERAMPILAN BERBAHASA INDONESIA

1.             RINGKASAN MODUL BACA DI SINI

2.             LEMBAR KERJA BACA DI SINI

3.             LATIHAN TES AKHIR BACA DI SINI

KOMPETENSI PROFESIONAL D : KETERAMPILAN DAN KAIDAH BAHASA

1.             RINGKASAN MODUL BACA DI SINI

2.             LEMBAR KERJA BACA DI SINI

3.             LATIHAN TES AKHIR BACA DI SINI

KOMPETENSI PROFESIONAL E: KETERAMPILAN BERBAHASA INDONESIA DAN TEORI DAN GENRE SASTRA INDONESIA

1.             RINGKASAN MODUL BACA DI SINI

2.             LEMBAR KERJA BACA DI SINI

3.             LATIHAN TES AKHIR BACA DI SINI

KOMPETENSI PROFESIONAL F : APRESIASI PUISI DAN PROSA

1.             RINGKASAN MODUL BACA DI SINI

2.             LEMBAR KERJA BACA DI SINI

3.             LATIHAN TES AKHIR BACA DI SINI

KOMPETENSI PROFESIONAL G: MENULIS PUISI DAN APRESIASI DRAMA

1.             RINGKASAN MODUL BACA DI SINI

2.             LEMBAR KERJA BACA DI SINI

3.             LATIHAN TES AKHIR BACA DI SINI

KOMPETENSI PROFESIONAL H : APRESIASI DAN KREASI SASTRA INDONESIA 

1.             RINGKASAN MODUL BACA DI SINI

2.             LEMBAR KERJA BACA DI SINI

3.             LATIHAN TES AKHIR BACA DI SINI

KOMPETENSI PROFESIONAL I: ALIRAN-ALIRAN LINGUISTIK

1.             RINGKASAN MODUL BACA DI SINI

2.             LEMBAR KERJA BACA DI SINI

3.             LATIHAN TES AKHIR BACA DI SINI

KOMPETENSI PROFESIONAL J : KRITIK SASTRA INDONESIA 

1.             RINGKASAN MODUL BACA DI SINI

2.             LEMBAR KERJA BACA DI SINI

3.             LATIHAN TES AKHIR BACA DI SINI

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...